Sosialisasi Stroke pada Usia Produktif: Pencegahan Dini dan Gaya Hidup Sehat

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30736/xh5tjb83

Keywords:

stroke, usia produktif

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat usia produktif (15–64 tahun) mengenai stroke, faktor risiko, gejala, pencegahan, serta pentingnya deteksi dini. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya prevalensi stroke di Indonesia, termasuk pada kelompok usia produktif yang berisiko karena pola hidup tidak sehat, stres, kurang olahraga, serta konsumsi makanan tinggi garam dan lemak.

Sosialisasi dilakukan dalam bentuk seminar interaktif, penyuluhan kesehatan dan pemeriksanaan gratis. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kejaksen Kecamatan Tulangan Sidoarjo dengan peserta sebanyak 50 orang. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan stroke, tanda-tanda awal, dan deteksi dini serta upaya pencegahan melalui perubahan gaya hidup. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi untuk mulai menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan stroke. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat usia produktif terhadap bahaya stroke serta pentingnya menjaga kesehatan secara preventif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Heart Association. (2021). Stroke prevention guidelines. American Heart Association.

Hidayat, A. A. (2018). Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis data. Salemba Medika.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman pencegahan dan pengendalian penyakit stroke. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2022. Kementerian Kesehatan RI.

Kurniawati, D., & Pramono, A. (2020). Perubahan perilaku kesehatan setelah penyuluhan penyakit tidak menular. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(2), 95–102.

Laily, N., & Rahmawati, I. (2019). Efektivitas pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan stroke. Jurnal Keperawatan Indonesia, 22(3), 180–186.

Mardiyono, M., & Sari, N. P. (2020). Edukasi kesehatan sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular pada masyarakat. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 2(1), 45–52.

Notoatmodjo, S. (2018a). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2018b). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Nugroho, H., & Astuti, R. (2019). Deteksi dini stroke berbasis edukasi masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(3), 210–216.

Prasetyo, A., & Widodo, S. (2021). Edukasi pencegahan stroke pada kelompok usia produktif. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 4(1), 33–39.

Putri, R. M., & Santoso, B. (2021). Hubungan gaya hidup dengan risiko stroke pada usia produktif. Jurnal Kesehatan Preventif, 6(1), 40–47.

Riskesdas. (2018). Laporan nasional Riset Kesehatan Dasar 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Sari, D. P., & Lestari, W. (2020). Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan faktor risiko stroke. Jurnal Keperawatan Komunitas, 5(2), 87–94.

Sastroasmoro, S., & Ismael, S. (2019). Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. Sagung Seto.

Setyawan, D., & Kurniawan, T. (2020). Peran promosi kesehatan dalam pencegahan penyakit tidak menular. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 15(1), 1–8.

Wibowo, A., & Handayani, S. (2022). Pendampingan masyarakat dalam pencegahan stroke di wilayah pedesaan. Jurnal Abdimas Medika, 2(2), 75–82.

World Health Organization. (2019). Global health estimates: Stroke burden worldwide. World Health Organization.

World Health Organization. (2020). WHO guidelines on the prevention of noncommunicable diseases. World Health Organization.

Yuliana, Y., & Hidayat, R. (2021). Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini stroke melalui kegiatan penyuluhan kesehatan. Jurnal Abdimas Kesehatan, 3(2), 112–118

Downloads

Published

2026-03-05

How to Cite

Sosialisasi Stroke pada Usia Produktif: Pencegahan Dini dan Gaya Hidup Sehat. (2026). Jurnal Abdimas Berdaya : Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat, 9(1), 1-7. https://doi.org/10.30736/xh5tjb83